Friday, November 4, 2011

Suka Seafood, tapi Alergi

Dini | Jumat, 4 November 2011 | 09:13 WIB

KOMPAS.com - "Saya suka sekali seafood. Saking seringnya makan seafood, saya kadang gatal-gatal. Dokter bilang itu alergi akibat konsumsi seafood terlalu banyak. Saya lantas diberi obat antialergi. Karena obat ini saya merasa aman untuk tetap makan seafood. Bila alergi datang, tinggal minum obat lalu langsung sembuh. Apakah konsumsi obat antialergi yang demikian akan membawa efek samping bagi kesehatan saya?" (Ruri, via e-mail)

Menurut dr Alyya Siddiqa, SpFK, dokter spesialis farmakologi klinik dan dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, ada dua jenis antihistamin, yaitu antihistamin generasi pertama, dan generasi kedua. Antihistamin generasi pertama banyak ditemukan pada obat batuk pilek. Contohnya klorfeniramin maleas yang lebih dikenal sebagai CTM. Generasi pertama ini mempunyai efek samping, yaitu mengantuk, sehingga tidak boleh diberikan kepada orang yang sedang berkendara atau menjalankan mesin. Namun, generasi pertama kerja obatnya lebih cepat dibanding generasi kedua, sehingga pada keadaan akut efeknya lebih baik.
Antihistamin generasi kedua hampir tidak menimbulkan efek mengantuk, sehingga lebih disukai bila pasien sedang sekolah atau bekerja, karena tidak mengganggu konsentrasi.
Pada umumnya, pemberian obat haruslah sesuai indikasinya (sesuai peruntukannya). Penggunaan antihistamin memang tepat pada keadaan alergi. Bahkan untuk mengurangi gejala alergi tersebut, antihistamin diminum sebelum makan seafood, sehingga alergen (zat yang menimbulkan alergi) tidak sempat bereaksi karena telah diatasi oleh antihistamin. Namun demikian, lebih baik menggunakan obat dengan bijak. Karena lebih baik tidak membebani organ tubuh kita dengan kerja ekstra akibat minum obat yang berlebihan.

No comments:

Post a Comment

thank you for visiting