Thursday, September 30, 2010

Sebuah Artikel dengan banyak manfaat

BERANI MELEPASKAN
by Yulia on 2006-07-18  (frm iloveblue)

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan tapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.


* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.


* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.


* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.


* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
begitu banyak saat-saat indah senantiasa terbayang di benak kita.


* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".

Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru...


* Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan
kita tidak tergantung padanya.


* Kita harus melepaskan seseorang karena kita
menyadari yang ganteng,yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik
buat kita.


* Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu
jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.


* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat-saat indah hanyalah tinggal masa lalu.


* Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kita
berkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".


* Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa-apa...
namun Anda telah memahami sesuatu...!

Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan...!!


sumber: Cetivasi

Mengambil dari iloveblue : Artikel yg aku suka - So TouchinG

sempat terbayang,,andaikan aq bisa seperti mereka berdua. bisa saling menguatkan dan mendampingi satu sama lain selalu...hiks T.T
Selamat membaca..

KISAH CINTA KAKEK NENEK
by Andreas on 2007-10-19  

Ada sepasang suami-istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka sudah tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70, sedangkan istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain yang juga menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya, hanya gerobak mereka yang paling sepi.

Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar.

Setiap pagi pula, sepasang suami-istri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya. Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi (kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, sementara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodorkan piring itu pada suaminya untuk diberikan pada sang pelanggan. Kalau sang pembeli ingin nasi kuning itu dibungkus, sang istri menyiapkan nasi kuning di kertas pembungkus, dan menyerahkan nasi bungkusan itu pada suaminya untuk diserahkan pada sang pelanggan.

Saat sedang sepi pelanggan, pasangan suami-istri itu duduk diam. Sesekali jika istrinya agak terkantuk-kantuk, suaminya mengurut punggung istrinya. Atau jika suaminya berkeringat, sang istri dengan sigap mengambil sapu tangan dan mengelap keringat suaminya.

Kalau mau jujur, nasi kuning mereka tidak terlalu spesial. Sangat standar. Tapi, kalau saya mencari sarapan pagi, saya selalu membeli masi kuning di tempat mereka. Bukan spesial-tidaknya. Tapi lebih karena cinta mereka yang membuat saya tergerak untuk selalu mampir.

Dalam kesederhanaan, kala susah dan sedih karena tidak ada pelanggan, mereka tetap bersama. Sang suami tidak pernah memarahi istrinya yang tidak becus masak. Sang istri pun tidak pernah marah karena gerakan suaminya yang begitu lamban dalam melayani pelanggan. Dia bahkan memberi kesempatan suaminya untuk melayani pelanggan.

Mereka selalu bersama, dan saling mendukung, bahkan di saat susah sekali pun.

Hingga hari ini, sudah 10 tahun saya lewati tempat itu, mereka masih tetap di tempat yang sama, menjual nasi kuning, dan selalu bersikap sama. Penuh kesederhanaan. Penuh kasih sayang. Dan saling menguatkan di saat susah.

Jika Anda berkunjung ke Bandung, Anda bisa mampir ke jalan raya komplek Taman Cibaduyut Indah. Tidak susah mencari gerobak mereka yang sederhana. Carilah gerobak yang paling sepi pelanggan. Mereka berjualan sejak pukul 07.00 hingga siang hari (mungkin sekitar 11.00, karena saya pernah ke kantor jam 11.00, mereka sudah tidak ada). Jujur, nasi kuning mereka sangat standar & tidak selengkap gerobak nasi kuning lain di sekeliling mereka. Namun, cinta kasih mereka membuat makanan yang sederhana itu terasa begitu nikmat. Cinta kasih yang begitu tulus, sederhana, apa adanya. Bahkan dalam kesusahan sekalipun, mereka tetap saling menguatkan.

Sebuah kisah cinta yang luar biasa

Wednesday, September 29, 2010

SeparaTion

Berakhir sudah kini semuanya...,
Tangis dan sedu sedan takkan ada lagi artinya,
Kita terpasung disini......dalam ruang hampa yang kita tak ingin huni,
Senggalan nafas membuat kita berpikir untuk berhenti,
Karena maju teruspun kita akan mati,
Tapi mereka tak tahu.....,
Dihati ini jiwa kita kan selalu menyatu,
Dan akan terbingkai indah dalam sebuah tempat bernama "CINTA"

Tuesday, September 28, 2010

## audy menangis semalam ##

apa aq bakal kayak gini mulai malam ini???



.....KeraPuhaNKu.....

Aku akan bertahan dengan hatiku
Selama kau ada disisiku, mengertiku dan menguatkanku
Ku yakin ketegaranku tak akan berbatas
Dan senyum kan selalu setia menghiasi hari-hariku

Tapi jika keperdulian itu sedikit demi sedikit memudar
Dan tampak nyata didepan mata..
Apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikannya...
Mungkin hanya tangis ini yang akan mendera 
Setiap menit…...setiap waktu
Lalu akan menggantikan senyumanku

Kalau sudah begini……….
Pada siapa aku akan bersandar saat letih?
Pada siapa tangan ini akan menggenggam saat aku mulai melemah?
Jiwaku yang rapuh akankah sanggup bertahan?

Namun aku akan terus mencoba dan tetap pada keyakinanku
Walaupun rasa perih ini benar2 menyiksaku dan sulit aku hindari





Friday, September 24, 2010

Menyadur catatan seorang teman untuk membuat selalu ingat

6 pertanyaan


Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. ..

Pertama..."Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...??? "Murid-muridnya ada yang menjawab.... "orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ..Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. ..Sebab kematian adalah PASTI adanya....

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua..."Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...??? "Murid-muridnya ada yang menjawab... "negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang" ...Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar...Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu...Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga..."Apa yang paling besar di dunia ini...??? "Murid-muridnya ada yang menjawab "gunung", "bumi", dan "matahari".. ..Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi ...Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...

Pertanyaan keempat adalah..."Apa yang paling berat di dunia ini...???"Di antara muridnya ada yang menjawab... "baja", "besi", dan "gajah"..."Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...

Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ..."Semua itu benar...", kata Sang Guru...tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...

Lalu pertanyaan keenam adalah..."Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !""(hampir) Benar...", kata Sang Guru tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri...

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...senantiasa belajar dari MASA LALU...dan tidak memperturutkan NAFSU...???Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???

Monday, September 20, 2010

Friday, September 17, 2010

expression of my heart

Cinta terkadang hanya kata,
Namun bagiku adalah hal terindah yang pernah kurasa,
Cinta sering terucap tanpa makna,
Tapi untukku adalah separuh jiwa yang telah kutemukan,

Kau cintaku........ Kau jiwaku,
Kau rasaku....... dan udara dalam setiap hembusan nafasku,
Kau kesabaran disetiap amarahku,
Kau juga ketulusan didalam ego yang menguasai diriku,

Karena bagiku...... CINTA adalah KAMU